Tags

Pernahkah Anda mendengar kata ‘kartun’? Pastinya pernah dan tidak hanya sekedar mendengar kata tersebut, tetapi juga sedikit banyak mengerti apa itu kartun. Kartun adalah rangkaian gambar yang bergerak sehingga seakan-akan hidup. Bagaimana dengan ‘anime’? Dapat dikatakan anime adalah sama dengan kartun. Anime cenderung diartikan sebagai kartun Jepang. Kata anime sendiri bisa diambil dari kata animation.

Mengapa anime cenderung dikaitkan dengan Jepang? Hal ini bisa jadi karena Jepang dikenal sebagai produsen anime terbesar di dunia, termasuk juga dominan untuk di Indonesia. Di dalam artikel ini, akan dibahas tentang anime Jepang. Anime, biasanya dikaitkan dengan dunia anak-anak. Bahwasanya anime hanya dapat ditonton atau ditujukan kepada anak-anak, merupakan anggapan yang salah.

Anime merupakan suatu tontonan hiburan dengan berbagai macam inti cerita yang ditujukan untuk anak-anak sampai orang dewasa. Terdapat berbagai jenis anime, seperti halnya film yang mempunyai banyak genre. Anime juga mempunyai rating untuk menentukkan apakah anime tersebut merupakan tontonan semua umur, remaja, atau untuk orang dewasa. Dengan adanya rating sudah menunjukkan bahwa anime bukan sekedar tontonan anak-anak. Dapat diambil sebagai contoh, anime yang mempunyai rating General Audiences berarti anime tersebut ditujukan kepada semua umur, dari anak-anak sampai orang tua dapat menonton anime tersebut. Ada juga PG-13, yang berarti anime tersebut ditujukan kepada umur 13 tahun ke atas karena dapat mengandung unsur bahasa yang agak kasar, kekerasan secara eksplisit ataupun referensi seksual. Terdapat juga Restricted, anime tersebut ditujukan untuk 17 tahun ke atas karena dapat mengandung bahasa yang kurang cocok untuk anak di bawah umur, danmungkin berisi adegan berbau seksualitas. Selain ketiga rating yang telah disebutkan, masih terdapat rating-rating lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Baik tidaknya suatu anime dapat dilihat dari segi cerita, artwork atau gambar, pengembangan karakter, serta musik penunjang. Dari segi cerita, terdapat berbagai genre anime, seperti school life, comedy, slice of life, drama, harem, shoujo, shounen, musical, romance, action, dan lain sebagainya. School life mengangkat cerita seputar kehidupan sekolah, harem menampilkan satu karakter utama pria dengan banyak tokoh wanita. Shoujo merupakan anime-anime yang ditujukan lebih kepada pemirsa perempuan, dan shounen lebih kepada pemirsa laki-laki. Dari segi gambar, anime dapat terdiri dari 2D seperti anime Crayon Shinchan sampai dengan 3D seperti FF7:Advent Children. Dari pengembangan karakter, dapat dilihat bagaimana karakter dalam anime mengalami perkembangan sifat atau tidak dari awal cerita sampai akhir cerita. Dan dari segi musik penunjang, biasanya lagu pembuka dan penutup suatu anime turut berpengaruh akan anime tersebut, seperti halnya anime Samurai X yang mempunyai beberapa lagu pembuka dan penutup yang meledak di pasaran.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa anime membawa dampak yang tidak baik untuk perkembangan diri. Hal ini dapat dikatakan tidak benar, tergantung jenis anime yang ditonton dan individu yang menonton. Cerita anime juga terkesan tidak realistis dan cenderung memanjakan para penonton dengan suguhan yang baik-baik saja sehingga para penonton kadang tidak dapat membedakan antara apa yang ada di anime dengan realita yang ada. Ada pendapat yang menyatakan bahwa anime dapat mengubah sifat seseorang. Semua pendapat ini adalah relatif, tergantung kepada masing-masing individu yang menyaksikan anime. Tidak dapat kita sama ratakan efek anime kepada setiap individu yang menonton anime.

Anime menyuguhkan suatu cerita yang dekat dengan kehidupan manusia, walaupun seringkali tidak terlihat realistis. Tema yang diangkat oleh anime memberikan suatu hiburan tersendiri bagi para penonton. Melihat anime seperti melihat kehidupan manusia dari sisi lain, dari sudut pandang yang lain, dari situasi yang mungkin tidak terlihat realistis tetapi masuk akal.

Jadi bagaimana sebaiknya kita menilai suatu anime? Anime tidaklah selalu merusak moral. Anime tidak selalu ditujukan kepada anak-anak. Dalam menonton anime, sebaiknya diperhatikan benar tentang rating maupun genre dari anime yang akan ditonton, apakah sesuai dengan umur atau tidak. Penayangan anime pun sebaiknya dibatasi pada jam-jam tertentu. Ada pelajaran yang dapat dipetik dari suatu anime sekalipun. Tidak semua yang ada di anime itu adalah baik, tetapi juga tidak selalu buruk. Semua itu tergantung bagaimana penyerapan dan pemahaman dari masing-masing individu.