Tags

, ,

Yang namanya SMS atau Short Message Service pasti kita sudah sering menggunakannya. Sebenarnya apa sih SMS itu? Klo dilihat dari kepanjangannya sih, harusnya Layanan Pesan Pendek. Tapi sadarkah kita bahwa kita sering mengirim SMS yang lebih dari sekedar ‘pendek’ alias panjang? Bahkan ada yang curhat via sms!

Dalam mengirim SMS, ada aturan-aturan dan etikanya. Kita harus bisa menjaga etika sms kita agar orang lain tidak menganggap aneh sms kita.

  1. Isi sms seharusnya singkat, padat, dan jelas.

    Udah kaya memo aja ya? Tapi ya itulah fungsinya sms. Seharusnya memang hanya untuk menanyakan hal-hal tertentu yang bisa langsung dijawab dengan singkat dan tidak bertele-tele.

  2. Gunakan singkatan yang tidak hanya dimengerti oleh Anda, tapi juga sang penerima sms.

    Ada kalanya dalam mengetik sms, kita menggunakan singkatan-singkatan agar muat ditulis di dalam sms. Oke, tidak ada salahnya kalau mengetik dengan singkatan, tapi tolong pastikan kalau singkatan itu bersifat umum, bukan singkatan yang anda buat sendiri dan hanya dimengerti oleh Anda juga. Contohnya nih, “untuk: disingkat menjadi “utk”, saya yakin kalau singkatan yang satu itu pasti sudah pada mengerti. Tapi bagaimana dengan “keluarga” yang disingkat menjadi “klg”. Orang bisa menangkap “klg” itu bisa saja “kaleng”. Maka dari itu, gunakan singkatan yang sama-sama dimngerti oleh lawan sms anda.

  3. Perhatikan siapa lawan sms Anda.

    Jika kita mengirim sms kepada teman seangkatan, menggunakan bahasa yang informal dan friendly mungkin tidak jadi masalah. Tapi bagaimana jika kita mengirim sms kepada atasan kita, dosen kita, atau orang tua? Pastinya kita harus menggunakan bahasa sms yang sopan dan juga kalau bisa jangan gunakan singkatan-singkatan. Lain lagi misalnya jika kita ber-sms dengan anak kecil, misalnya adik kita, kalau bisa pakailah bahasa sms yang baik agar adik kecil tidak tertular bahasa sms yang aneh-aneh dari kita.

  4. SMS-an ketika sedang mengobrol.

    Apakah setiap saat kita harus ber-sms ria? Sekalipun misalnya itu dengan sahabat atau pacar kita. Tolong pilih-pilih tempat ketika anda asik ber-sms. Jangan misalnya anda sedang mengobrol dengan teman anda atau siapa pun itu, lalu ada sms masuk, anda main lihat sms masuk dan mengabaikan teman ngobrol anda. Coba bayangkan bagaimana rasanya diabaikan ketika anda sedang berbicara lalu teman anda malah asik sms-an, pasti ga enak kan..?

  5. SMS-an ketika sedang berkendara.

    Apakah anda pernah sms-an ketika sedang membawa mobil atau motor? Waduh bahaya itu! Tindakan anda itu sebenarnya sudah membahayakan orang lain dan diri sendiri! Jika anda sedang membawa kendaraan lalu ada sms masuk, dan kiranya sms itu penting, lebih baik anda menepikan kendaraan anda dulu, berhenti, baca sms baru membalasnya. Janganlah anda membalas sms dikala anda sedang fokus berkendara. Pikirkan keselamatan anda dan orang lain.

  6. Isi sms yang terlalu pribadi.

    Mungkin ada orang yang memakai layanan sms untuk curhat ataupun bertukar informasi. Amankah itu? Coba anda pikirkan, jika anda mengirim sms yang sifatnya terlalu detail atau pribadi, ada kemungkinan bahwa sms itu dapat dibaca oleh pihak yang tidak berkepentingan. Kalaupun terpaksa harus mengirim sms yan sifatnya pribadi, pastikan tidak ada orang lain selain penerima sms yang dapat membaca dan mengerti sms anda tersebut. Atau bila berisi hal yang sangat penting, sebaiknya sms tersebut dihapus setelah dibaca, demi mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hanya itu yang ada di otak saya tentang etika mengirim sms. Bila ada yang mau menambahkan, boleh loh.. ^^